Sudah Timnas Kalah di Kandang Sendiri, Pendukungnya Justru Bertingkah Memalukan Indonesia

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA -  Perilaku pendukung sepak bola Indonesia memang bisa dibilang memalukan. Sudah timnas senior kalah di kandang sendiri, pada fansnya justru menunjukkan sikap yang memalukan di dalam stadion sehingga laga terpaksa dihentikan beberapa menit.

Shelter bangku pemain Malaysia cadangan dilempari oleh para supporter Indonesia sehingga tim tamu merasa terancam. Saat itu, kedudukan sudah 2-2.

Setelah laga berakhir, sebagian besar suporter tuan rumah ke luar dari dalam stadion. Tapi, rupanya mereka malah sekadar memindahkan kerusuhan dari dalam stadion .

Akibatnya terjadi bentrok polisi dan suporter di area ring road Stadion Utama Gelora Bung Karno, tepat di depan pintu VIP.

Hasilnya, supporter bisa dipaksa menjauhi stadion, namun hanya sebentar. Mereka kembali mendekati SUGBK dan membawa batu yang kemudian dilemparkan ke arah petugas keamanan.

Dalam prosesnya, petugas keamanan, yang merupakan pasukan gabungan Brimob dan TNI, melepaskan tembakan gas air mata ke arah suporter.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini