Sudah Dimulai, Login di Sini untuk Daftar Diskon Listrik PLN

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari ini, Jumat 1 Mei 2020, diskon listrik dari Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan PT PLN (Persero) telah dimulai. Diskon dapat diakses dengan cara mendaftar di www.lightup.id, berlaku untuk pelanggan 1.300 VA dan 900 VA yang terdampak Covid-19.

Diskon listrik ini adalah bentuk donasi yang ditujukan bagi pelanggan yang tak kebagian bantuan listrik gratis dari pemerintah. Kalian bisa login di laman tersebut untuk melakukan pendaftaran, namun perhatikan dulu kriteria atau syarat di bawah ini:

1. Penerima Manfaat telah mengisi informasi secara lengkap dalam Lightup.id.

2. Diproses berdasarkan waktu pendaftaran (calon Penerima Manfaat yang mendaftar lebih dahulu akan diproses terlebih dahulu).

3. Diprioritaskan berdasarkan daya listrik, dengan urutan prioritas 900 Watt non subsidi, 900 Watt subsidi, 1300 Watt, serta menyesuaikan dengan ketersediaan Donasi yang masuk.

4. Berdasarkan segmentasi area yang membutuhkan atau terkena dampak Covid-19.

5. Berdasarkan pendapatan bulanan Penerima Manfaat.

Calon Penerima donasi nantinya wajib mengunggah data pribadi di www.lightup.id berupa:

1. Foto KTP

2. Nomor Handphone

3. Foto Kartu Keluarga;

4. Foto Tagihan PLN; dan

5. Foto Rumah.

Diketahui, YCAB Foundation yang didukung penuh oleh PLN, menginisiasikan gerakan ‘Light Up’ Indonesia, yakni Gerakan sosial untuk mendonasikan biaya listrik bagi puluhan juta masyarakat prasejahtera.

Inisiatif ini dihadirkan sebagai lanjutan setelah bantuan yang dihadirkan oleh pemerintah melalui PLN.

18 KOMENTAR

  1. Saya sudah mendapat sms dari OVO sbg penerima donasi tapi di OVO tdk ada notifikasi ttg pengurangan listrik, bagaimana saya harus membayar tagihan krn sdh tgl 21.
    Mohon penjelasan.

  2. Sy sdh lakukan isi deposit, sdh melakukan prosedur transaksi namun saat mencoba membyr sisa tagihan listrik pascabayar sy yg didonasi oleh lightup & sy terpilih menjadi salah satu yg mendptkn donasi tsb hasilnya slalu gagal, mhn dibantu karena wktu trus berganti & sdh mau berganti bln bpk2/ibu, kl emang nggak bs ya sdh.

  3. Alhamdilillah. terimakasih, terimaksih untuk yayasan cinta anak bangsa. 100.000 token listrik sangat membantu kami. Kwh atas nama Tubagus umar mengucapkan banyak2 terimakasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini