Sudah Bisa Dipesan Jumat, Simak Tips Beli Tiket Mudik Lebaran Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Buat kamu yang mau mudik lebaran tahun ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) sudah mulai menjual tiket kereta api reguler melalui web KAI, aplikasi KAI Access, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya sejak Jumat 14 Februari 2020.

“Untuk keberangkatan H-10 Lebaran atau 14 Mei 2020 dan seterusnya,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro seperti dikutip Rabu 12 Februari 2020.

Edi mengingatkan, para calon penumpang lebih teliti dalam meng-input data pemesanan seperti tanggal, rute atau data diri. Jangan sampai tertukar data yang ujung-ujungnya membuat kamu tidak bisa berangkat mudik nanti.

Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung channel penjualan tiket, KAI telah mengoptimalkan sistem penjualan tiket serta menambah kapasitas server dan bandwidth sebanyak dua kali lipat dari hari biasa.

Pemesanan dan pembelian harus melalui channel resmi atau mitra resmi KAI agar kamu tidak menjadi korban penipuan, gangguan sistem atau biaya jasa yang tidak wajar.

Edi juga mengingatkan, saat akan memesan tiket Lebaran, pastikan koneksi internet dalam keadaan stabil.

Selain itu, siapkan juga rute atau tanggal alternatif perjalanan, serta cek ketersediaan tiket secara berkala.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini