Sudah 80 Persen, RS Khusus Corona di Pulau Galang Bakal Beroperasi 28 Maret 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono memastikan fasilitas kesehatan yang terletak di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, dapat beroperasi pada 28 Maret 2020.

Fasilitas kesehatan yang disiapkan mulai ruang observasi yang dapat menampung 400 tempat tidur. Namun, daya tampung fasilitas kesehatan tersebut masih bisa ditambah jika memang muncul kebutuhan.

“Mudah-mudahan tidak perlu ditambah, tapi kalau perlu sampai 1.000,” kata dia, dalam Konferensi Pers di Wisma Atlet, Kemayoran, di Jakarta, Minggu 22 Maret 2020.

Menurutnya, hingga saat ini proses pengerjaan fisik sudah mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah komponen pendukung dasar seperti pasokan listrik dan air untuk fasilitas kesehatan tersebut, sudah siap 100 persen.

“Jadi insya Allah, 28 maret akan ditinjau oleh presiden, sudah siap. Itu kesiapan kita. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir kita semua sudah siap untuk melayani antisipasi virus ini,” katanya.

Hanya memang yang harus juga dipenuhi yakni ketersedian peralatan, berupa peralatan kesehatan portabel untuk mengisi fasilitas tersebut. Terkait hal itu, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian BUMN.

Saat ini, kata dia, peralatan portabel sudah tersedia di kawasan Wisma Atlet Kemayoran. Nantinya proses distribusi peralatan akan menjadi tanggung jawab Menteri BUMN, Erick Thohir dan jajarang TNI-Polri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini