Strategi Baru Perkuat PPKM, Satgas Covid-19 Sebar Pos Komando ke Tingkat Desa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bakal menyebar komando ke tingkat desa dan kelurahan untuk memperkuat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Kegiatan pembatasan kegiatan masyarakat ini juga diperkuat dengan strategi baru yang dicanangkan satgas yaitu pos komando yang akan dipimpin kepala desa atau lurah,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa 2 Februari 2021.

Pos komando tersebut bertugas membantu pemerintah daerah untuk mengawasi pelaksanaan PPKM serta mendorong masyarakat menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), dan memberikan pelayanan masyarakat.

Selain itu pelaksanaan 3T (tes, telusur, dan tindak lanjut) di desa dan kelurahan juga diperkuat  melalui tenaga dari desa dan kelurahan untuk menelusuri kasus dan memberikan informasi kepada masyarakat.

“Posko ini tersebar secara nasional, dibentuk dan dikelola Satgas Covid-19 dengan koordinasi kementerian atau lembaga mencakup Polri, TNI, tokoh masyarakat dan agama,” kata Wiku.

Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan PPKM sama halnya dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena keduanya merupakan bagian dari kegiatan pembatasan yang diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Namun perbedaanya yaitu terkait penerapan PPKM yang lebih spesifik pada daerah yang masuk dalam pertimbangan khusus berdasarkan parameter nasional. Realisasinya langsung dibawah pertanggungjawaban pimpinan daerah setempat.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini