Status PPKM Level 4 Diperpanjang Lagi, Pemkot Jogja Antisipasi Pendatang dari Luar Kota

Baca Juga

MATA INDONESIA, JOGJAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogjakarta mengantisipasi kedatangan wisatawan dan pendatang dari luar kota selama masa perpanjangan PPKM level 4 hingga 21 Maret 2022.

Kebijakan tersebut tertuang di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2022 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 Covid-19 di Jawa dan Bali yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menyatakan antisipasi itu akan dilakukan di sejumlah kampung dan RT, RW yang ada di Jogja dengan memperkuat pembatasan mikro.

“Kita masih konsentrasi dengan PPKM mikro itu di kampung-kampung karena wisatawan datang kan tidak perlu antigen kan. Kita lihat juga arus wisatawan yang menggunakan kereta juga banyak,” kata Heroe, yang dikutip 16 Maret 2022.

Ia menyatakan bahwa aktivitas seperti hajatan dan kegiatan yang mengundang kerumunan dibatasi. Hanya 50 persen tamu yang diizinkan datang dalam sebuah kegiatan.

“Tetap kami batasi aktivitas di kampung yang mengundang banyak orang. Hal itu karena kasus Covid-19 masih terjadi walau jumlah kasusnya cenderung turun,” kata dia.

Lebih lanjut, pembelajaran di sekolah-sekolah juga masih digelar secara daring. Namun, lanjut Heroe, jenjang pendidikan kelas VI dan IX diizinkan menggelar tatap muka.

“Makanya ini Disdikpora sedang melihat untuk menyeleksi siapa yang boleh menjalani kegiatan PTM. Kapasitasnya juga kami batasi hanya 50 persen,” kata Heroe.

Reporter: Muhammad Fauzul Abraar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini