Soal Warisan Rp2 Triliun, Saudara Kandung Heryanty Mengaku Tak Tahu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Fakta baru terungkap dari penyidik Polda Sumatera Selatan (Sumsel) soal kasus sumbangan Rp 2 triliun dari putri bungsu Akidi Tio, Heryanty yang tak kunjung cair.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan ketidaktahuan saudara Heryanty bahwa mendiang Akidi Tio memiliki warisan berupa tabungan mencapai triliunan rupiah. Hal itu terungkap dari keterangan salah seorang saudara kandung Heryanty dalam pemeriksaan di Jakarta.

“Dari keterangan didapat, dia (saudara kandung Heryanty) tidak pernah dengar dan tidak pernah tahu soal uang itu, apalagi sampai Rp 2 triliun,” ujar Supardi, Selasa 10 Agustus 2021.

Bahkan, kata dia, yang bersangkutan kaget mendengar kabar Heryanty bakal menyumbang sebanyak Rp 2 triliun dalam rangka penanganan Covid-19 bagi Sumsel yang disebut-sebut wasiat Akidi Tio.

“Dia tidak tahu sama sekali, atau memang Heryanty sendiri yang tahu soal uang itu,” ujarnya.

Dikatakan, penyidik baru meminta keterangan satu dari lima saudara Heryanty di ibukota. Pihaknya masih memerlukan waktu agak lama pemeriksaan lanjutan karena ada saudaranya yang terpapar Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini