Soal Shin Tae-yong Berencana Mundur, Ini Kata Jokowi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Presiden Joko Widodo saat ini masih menunggu laporan dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGIPF) mengenai Tragedi Kanjuruhan.

Presiden Joko Widodo berencana akan menyampaikan informasi terbaru mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan pada Jumat 14 Oktober 2022.

“Akan dilaporkan oleh tim gabungan independen pencari fakta, besok pagi kepada saya, baru besok pagi, jadi saya baru bisa menyampaikan besok siang,” ucap dia di Kota Bandung.

Presiden Joko Widodo pun menanggapi dengan santai mengenai informasi mengenai pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong yang menyatakan siap mundur jika Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan melepas jabatannya.

Menurut dia, saat ini salah satu hal yang ditunggu adalah laporan dari pencari fakta.

Ia tidak ingin berspekulasi soal hal lain, termasuk pernyataan Shin Tae-Yong yang ramai dibahas netizen di media sosial.

“Laporan dari TGIPF-nya belum, jadi belum sampai kemana-mana, jadi jangan sampai kemana-mana dulu, laporannya aja belum,” kata dia singkat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini