Soal Program Pengayaan Uranium, Komisi Eropa: Iran Melanggar Komitmen

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Komisi Eropa menyoroti sikap Iran yang kembali melanjutkan program pengayaan uranium hingga 20% di fasilitas bawa tanah. Jumlah ini melanggar Kesepakatan Nuklir Iran 2015.

“Kami sangat prihatin dengan tindakan yang diambil oleh Iran. Tindakan ini melanggar komitmen nuklir Iran dan akan memiliki implikasi serius,” kata juru bicara Komisi dalam briefing regular, melansir Reuters.

“Sangat disesalkan, tetapi juga sangat penting dan … bahwa kami menjaga kesepakatan,” sambungnya.

Program pengayaan uranium ini merupakan pelanggaran terbaru yang dilakukan Iran sejak 2019, sebagai respons atas penarikan diri Washington. Tahun 2018 Presiden Donald Trump memutuskan untuk membatalkan secara sepihak Kesepakatan Nuklir Iran yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Paman Sam kemudian memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran, yang sebelumnya dicabut sebagai ganti pengekangan terhadap program nuklir Iran.

AS mengatakan tujuan dari langkah itu adalah memaksa Teheran untuk menyetujui kesepakatan lebih luas yang membatasi kerja nuklirnya, membatasi program rudal balistiknya dan mengakhiri perang proksi regionalnya. Namun, Iran mengatakan tidak akan bernegosiasi selama sanksi tetap ada.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini