Cihuy! Ibu Rumah Tangga Terima BLT Rp 200 Ribu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ibu rumah tangga juga terkena dampak pandemi covid-19. Untuk itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani bakal mengucurkan Bantuan langsung Tunai (BLT) bagi mereka melalui program perlindungan perempuan terdampak pandemi.

Program tersebut masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 200.000 per keluarga.

Menurut dia program PKH telah digulirkan sejak tahun lalu sebagai upaya pemerintah melaksanakan program perlindungan sosial akibat terdampak pandemi corona.

Adapun alokasi anggaran program PKH tahun ini sebesar Rp 110,2 triliun masuk dalam program pemulihan ekonomi. Sementara BLT akan disalurkan setiap keluarga penerima manfaat sebesar Rp 200.000 melalui mekanisme kartu sembako.

Di samping program PKH, pemerintah juga melanjutkan program kartu prakerja yang sudah dijalankan sejak tahun lalu dengan alokasi anggaran mencapai sebesar Rp 10 triliun.

Tidak hanya program perlindungan sosial lainnya juga digulirkan seperti BLT Dana Desa serta dukungan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan alokasi anggaran mencapai Rp 72 triliun tahun ini.

Tidak berhenti di situ, pemerintah juga memutuskan memperpanjang pemberian subsidi listrik. Rencananya pemberian subsidi listrik tahap pertama dibagikan kepada golongan pelanggan 450 VA dan 900 VA hingga Maret 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini