Soal PHK Karyawan dan Kelola Limbah, PT Adi Buana Bermusyawarah dengan Warga Tigaraksa

Baca Juga

MATA INDONESIA, TIGARAKSA – Sekitar 50 orang warga Desa Cisereh Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang melakukan aksi protes kepada PT. Adi Buana karena melakukan pemutusan kontrak sepihak dan pengelolaan limbah yang tidak melibatkan warga Desa Cisereh, Tigaraksa.

Warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Cisereh itu melakukan aksinya di depan gerbang pabrik PT Adi Buana.

Aksi yang dipimpin Jaenudin itu menuntut perusahaan peduli terhadap kondisi masyarakat sekitar dengan menyerahkan warga desa untuk mengelola limbah pabrik.

“Saya Mewakili Forum Masyarakat Desa Cisereh, berharap Kepada Pihak PT. Adi Buana Untuk Turut serta membantu mensejahterakan masyarakat Desa Cisereh,” ujar Jaenudin kepada Mata Indonesia News, Rabu 12 Januari 2022.

Untuk meredakan ketegangan yang terjadi Polresta Tangerang melakukan mediasi antara warga Cisereh yang diwakili H. Iik Iskandar (Kades Cisereh) dan Anwar (Perwakilan Warga Ds.Cisereh) dengan PT Adi Buana yang diwakili Dedi Haryanto (Dirut), dan Eron.

Mediasi dipimpin Kompol Andhi kurniawan SP.d, SI.K (Kabag Ops Polresta Tangerang), Kompol David Candra Babega, SIK, MH (Kasat Intelkam Polresta Tangerang), dan AKP Hengki Kurniawan, S.I.K (Kapolsek Tigaraksa).

Kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan masalah tersebut dengan musyawarah dan mufakat.

Reporter: Febrian Reja Aristama

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini