Soal Jamur di Kursi dan karpet di Bioskop, Ini Jawaban dari Cinema XXI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Belum lama ini netizen dihebohkan dengan kondisi kursi dan karpet yang berjamur di dalam bioskop di Malaysia. Hal itu terjadi karena lockdown yang dilakukan pemerintah disana.

Melihat hal itu, Cinema XXI angkat bicara terkait informasi yang dikaitkan bahwa kondisi bioskop di Indonesia pun seperti itu.

“Kami memastikan bahwa gambar dan berita yang beredar di lini masa media sosial akhir-akhir ini tidak terjadi di jaringan bioskop kami,” ujar Head of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI, Dewinta Hutagaol, dalam keterangan tertulisnya, mengutip Republika.co.id, Kamis 14 Mei 2020.

Dewinta mengatakan, itu merupakan foto salah satu bioskop di Malaysia saat masa pembatasan pergerakan. Dikatakannya, Cinema XXI tetap rutin melakukan pemeliharaan dan kebersihan di 218 lokasi bioskop di Indonesia meski sedang pandemi Covid-19.

Saat awal bioskop harus nonaktif sementara waktu, manajemen XXI langsung membentuk satuan tugas khusus di tiap lokasi bioskop. Satuan tugas ini berkewajiban untuk menjalankan sejumlah prosedur pembersihan.

Mereka melakukan kegiatan pembersihan secara umum, penyemprotan cairan disinfektan antivirus di seluruh lingkungan bioskop, pemeliharaan peralatan bioskop, dan menjaga kebersihan kursi bioskop. Tingkat kelembapan ruangan juga dijaga untuk menghindari munculnya jamur.

“Komitmen ini konsisten dilakukan Cinema XXI secara rutin guna tetap menghadirkan sarana hiburan bioskop yang bersih, nyaman, aman, dan berkualitas prima kepada seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Dengan seluruh upaya pemeliharaan yang dilakukan, Dewinta meyakinkan bahwa fasilitas, mulai dari kursi, karpet dan lain-lain di bioskop Cinema XXI terbebas dari jamur dan kotoran lain.

Hingga saat ini, Cinema XXI belum kembali melakukan kegiatan operasional bioskop. Itu merupakan bentuk dukungannya terhadap keputusan pemerintah pusat dan daerah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini