Sirkuit Mandalika jadi Ikon Kebangkitan Ekonomi Nasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, meminta kepada semua masyarakat khususnya di Mandalika memanfaatkan momen Pertamina Mandalika International Street Circuit sebagai kebangkitan ekonomi nasional.

“Sirkuit tercantik di dunia yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, bukan hanya menjadi kebanggaan tapi harus menjadi ikon kebangkitan,” kata Menparekraf.

Diirnya mengatakan hadirnya Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2022 yang kembali datang ke Indonesia setelah terakhir kali ada 25 tahun lalu di Sirkuit Sentul, merupakan kesuksesan bersama seluruh komponen bangsa, mulai dari Presiden Joko Widodo hingga rakyat.

Karena itu, ajang MotoGP Mandalika 2022 harus memberikan banyak efek terhadap semua sektor terutama Parekraf, setelah porak-poranda dihantam pandemi covid-19 hampir dua tahun lamanya.

“MotoGP Mandalika membuktikan bahwa Indonesia dengan strategi jitunya dalam menangani pandemi, sukses mengendalikannya, dan sukses memulai kebangkitan ekonomi menuju ke arah yang lebih maju,” ujar Sandiaga.

Dengan kesuksesan penyelenggaran MotoGP Mandalika 2022, menurut Menparekraf, juga menandakan Indonesia telah sangat siap menjalani era tatanan ekonomi dan kehidupan baru, menghadapi tantangan masa depan yang lebih cemerlang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini