Siapkan Duit! Negara Ini Bakalan Jual Puluhan Ribu Gajah, Minat Beli?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kamu punya impian memeliara gajah? Ya siap-siap aja, mimpimu itu bakalan bisa terwujud dalam waktu dekat, asal punya duit. Soalnya, pemerintah Zimbabwe berencana menjual puluhan ribu gajah di negara mereka kepada siapapun yang membutuhkan.

Disampaikan Presiden Zimbabwe Emmerson Mngangagwa, negaranya saat ini mengalami kesulitan dalam mengontrol populasi gajah yang kian tinggi, sehingga opsi keputusan menjual hewan bertubuh besar itu secara legal akhirnya diambil.

“Kami siap menjual hewan itu, bahkan kadang kami menyumbangkannya,” kata Emerson, seperti dikutip dari CNN, Rabu 26 Juni 2019.

Dalam pidatonya di akhir pertemuan Uni Afrika di Victoria Falls, Selasa 25 Juni 2019 waktu setempat, Emerson berkata negaranya saat ini tercatat menampung 84 ribu ekor gajah. Sementara kesanggupan Zimbabwe mengurusi hewan itu hanya sebatas 50 ribu ekor saja.

Targetnya, Zimbabwe akan diskon gajah besar-besaran kepada negara tetangganya, Angola. Apalagi, saat ini Angola sudah relatif aman untuk hewan karena ranjau darat sisa-sisa perang telah dipindahkan, sebagian perlahan dimusnahkan.

Penjualan gajah itu terbukti menambah pendapatan Zimbabwe. Mei 2019 lalu, dari penjualan gajah ke Cina dan Dubai saja Zimbabwe mengantongi sekitar 2,7 juta dolar AS, yang rencananya dipakai untuk mendukung konservasi.

Pada KTT PBB, Emerson juga menyerukan pencabutan larangan perdagangan gading global agar negaranya dapat menjual persediaan gading dan cula badaknya yang bernilai 600 juta dolar AS.

Penjualan gading dilarang oleh perjanjian internasional tentang perdagangan spesies langka. Namun, Zimbabwe dan negara-negara tetangganya Botswana, Namibia, dan Zambia, dengan dukungan Afrika Selatan, mengajukan permohonan baru untuk mencabut pembatasan tersebut.

Negara-negara tersebut memiliki lebih dari setengah gajah di dunia. Mereka memiliki stok cadangan jutaan dolar yang mereka katakan bisa dijual untuk mendanai konservasi.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini