Siapkan 5.500 Dosis, BIN Gelar Vaksinasi Massal di Mamuju

Baca Juga

MATA INDONESIA, MAMUJU – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Provinsi Sulawesi Barat atau Binda Sulbar menggelar vaksinasi massal untuk kalangan pelajar di Kabupaten Mamuju pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Kabinda Sulbar Sudadi mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi kali ini menggunakan vaksin Sinovac sebanyak 5.500 dosis. Vaksin ini untuk dosis pertama dan kedua bagi kalangan pelajar di sejumlah SMP dan SMA di Mamuju.

“Karena mereka telah memulai pembelajaran tatap muka. Kami juga akan melakukan vaksinasi dengan sistem door to door atau dari rumah ke rumah masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Mamuju,” ujarnya, dikutip Rabu 13 Oktober 2021.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Bupati Mamuju Sutinah Suhardi. Menurutnya, bantuan vaksinasi dari Binda Sulbar ini untuk mencapai target vaksinasi 70 persen dari total sasaran di daerah setempat.

“Pemerintah di Mamuju tidak sendiri, terbukti saat ini Binda Sulbar dan banyak pihak yang melakukan langkah untuk menghadapi pandemi Covid-19 dengan melaksanakan serta mendukung program vaksinasi yang terus dilaksanakan pemerintah di Mamuju,” katanya.

Ia berharap, peran serta media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar informasi secara utuh dan objektif terkait dengan vaksinasi dapat diterima mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini