Siapkan 11 Ribu Dosis, BIN Gelar Vaksinasi di Lampung Tengah

Baca Juga

LAMPUNG TENGAH – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Lampung atau Binda Lampung menggelar vaksinasi tahap kedua di Lampung Tengah. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di di Balai Kampung Poncowati, Kecamatan Terbanggi Besar ini, Binda Lampung menyediakan 11 ribu dosis untuk masyarakat.

Kabinda Lampung Iwan Satriawan mengatakan bahwa vaksinasi massal tersebut merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo dalam rangka membantu pemerintah daerah mempercepat vaksin kepada masyarakat.

“Vaksinasi ini juga tidak hanya dipusatkan di satu tempat, tetapi langsung bisa dirasakan masyarakat di rumah masing-masing, dengan mengusung tema Vaksin Door to Door,” katanya, Selasa 9 November 2021.

Bupati Musa Ahmad pun mengucapkan terima kasih kepada Binda Lampung yang telah menggelar vaksinasi hari ini.

“Untuk vaksinasi ini Pemkab Lamteng memberikan tenaga vaksinator. Terima kasih kepada BIN Daerah Lampung yang telah menggelar kegiatan vaksinasi di Lampung Tengah,” ujarnya.

Musa menyampaikan, pihaknya juga bersama unsur Forkopimda Lamteng masih terus menggelar kegiatan vaksinasi hingga ke tingkat kampung. Dia yakin vaksinasi 100 persen di Lamteng bisa tercapai pada Desember mendatang.

Di sela kegiatan tersebut, Bupati dan Binda Lampung menyalurkan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Terbanggi Besar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini