Siap-Siap, Tilang Elektronik Bakal Diterapkan di Kota Besar Indonesia

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Korps Lalu-Lintas (Korlantas) Polri segera memberlakukan tilang elektronik di sejumlah kota besar Indonesia. Keputusan itu diambil setelah Polda Metro Jaya sukses menerapkannya sejak akhir 2018.

“Saat ini Polri sedang mengembangkan sistem ini di seluruh Indonesia,” kata Direktur Keamanan dan Keselamatan Lalulintas (Dirkamsel) Polri Brigadir Jenderal Polisi Chrisnanda Dwilaksana, di Jakarta.

Sistem ini berlaku untuk siapa saja yang melanggar lalu lintas karena ketika melanggar akan langsung tertangkap kamera dan langsung tercatat.

Chrisnanda seperti dilansir laman Tribratanews mengatakan penerapan sistem itu merupakan wujud keadilan bagi semua masyarakat pengguna jalan raya.

Dia juga berharap budaya tertib lalu lintas akan muncul dengan baik seiring pemberlakukan sistem tilang elektronik.

Kesadaran tertib berlalu lintas menurut Chrisnanda disebabkan tiga hal yaitu karena sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas, tidak ada peluang untuk melanggar, dan penegakan hukum yang tegas tanpa tebang pilih.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini