Siap Bela Persija, Marko Simic Akhirnya Pulang ke Jakarta

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Setelah beberapa bulan tertahan di Australia, akhirnya striker Kroasia Marko Simic kembali ke Indonesia dan siap membela Persija Jakarta lagi.

Diketahuim Simic sejak Februari tertahan di Australia, akibat tersandung masalah hukum. Simic diduga melecehkan wanita di pesawat, saat terbang menuju Sydney untuk menghadapi Newcastle Jets di kualifikasi Liga Champions Asia 2019.

Akibatnya, Simic ditahan di Australia dan harus menjalani proses hukum di Negeri Kangguru. Setelah hampir tiga bulan berada di Australia, penyerang berusia 31 tahun itu diperbolehkan kembali ke Indonesia.

Pada Kamis 9 Mei 2019, Simic akhirnya menginjakkan kakinya lagi di Jakarta. Ia tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.45 WIB. Kembali ke Tanah Air membuatnya lega.

“Walaupun saya mempunyai beberapa masalah beberapa bulan terakhir, saya sangat senang kembali ke rumah kedua saya dan tidak sabar bertemu dengan rekan setim untuk kembali bermain bersama Persija di depan seluruh Jakmania,” ujar Simic, seperti dilansir situs resmi klub.

Selama berada di Australia, masa depan Simic di Persija sempat dirumorkan bermacam-macam. Pemain yang mengantar Macan Kemayoran juara Liga 1 2018 itu bersyukur masih diberi kesempatan.

“Saya sangat rindu Jakarta, terutama bermain bola di sini, lalu saya rindu Jakmania, rindu makanannya, kemacetannya, saya rindu semuanya seperti saya rindu rumah saya sendiri. Saya memiliki koneksi baik dengan orang-orang di sini dan bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk kembali ke Jakarta,” katanya.

Terkait kasusnya, Simic berjanji akan belajar dari kesalahannya. Ia juga berharap, apa yang menimpanya bisa membuatnya menjadi lebih tangguh ke depannya.

“Saya bisa belajar banyak dari hal ini dan membuat saya lebih kuat, fokus, pintar, dan berharap tidak terjadi kasus-kasus seperti ini ke depannya,” katanya.

Dirinya dijadwalkan akan langsung berlatih bersama tim hari ini, Jumat 10 Mei 2019.

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini