Shin Tae-yong Terus Poles Timnas Indonesia U-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Timnas Indonesia U-19 terus diasah kemampuannya pada pemusatan latihan (TC) di Lapangan A, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 26 Agustus 2022. TC ini sebagai sebagai persiapan untuk Kualifikasi Piala AFC U-20 2023.

Berbagai kegiatan dilahap Hokky Caraka dan kawan-kawan. Mulai dari joging, gym, hingga latihan di lapangan. Para pemain Timnas U-19 kian bersemangat.

“Latihan hari ini ada joging, gym, dan skill dasar serta passing game,” ungkap pelatih Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong belum dapat memberikan penilaian bagi para pemain yang mengikuti training center karena umur pemusatan latihan baru berjalan dua hari.

“Karena mereka baru berlatih, jadi pasti ada perasaan grogi juga. Jadi harus dilihat. Kami pantau dulu selama sepekan,” katanya.

Training center Timnas U-19 bakal digelar hingga 6 September 2022. Delapan hari berselang, Garuda Nusantara akan bertarung di Kualifikasi Piala AFC U-20.

Timnas U-19 akan menjadi tuan rumah Grup F Kualifikasi Piala AFC U-20 pada 14-18 September 2022 yang berpusat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Garuda Nusantara satu grup dengan Vietnam, Hong Kong, dan Timor Leste.

Kualifikasi Piala AFC U-20 bakal diikuti oleh 44 negara yang dibagi ke Grup A-J. 10 juara grup dan lima runner-up terbaik akan lolos ke putaran final Piala AFC U-20 pada 1-18 Maret 2023 di Uzbekistan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini