Shin Tae-yong Bawa 30 Pemain Timnas U-19 ke Kroasia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong memilih 30 pemain untuk dibawa ke Kroasia. Selain menjalani pemusatan latihan, timnas U-19 akan mengikuti turnamen.

Kroasia dipilih karena merupakan salah satu tim terbaik di dunia. Saat ini Kroasia menduduki peringkat enam FIFA. Selain itu, pemain timnas U-19 tidak harus menjalani karantina. Suhu di Kroasia berkisar 19-23 derajat celcius atau hampir sama dengan suhu di Uzbekistan, yakni sekitar 19-25 derajat celcius.

TC di Kroasia sebagai persiapan Garuda Muda mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang berlangsung pada 14-31 Oktober di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

“Sebanyak 30 pemain telah dipilih pelatih Shin Tae-yong untuk diberangkatkan ke Kroasia. Ia (Shin Tae-yong) juga memberikan laporan bahwa saat ini pemain mengalami perkembangan yang bagus dan grafik meningkat selama pemusatan latihan,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu 26 Agustus 2020.

Iriawan mengatakan, 30 pemain itu murni pilihan Shin Tae-yong dan tidak ada campur tangan atau intervensi dari Exco PSSI atau pun pihak-pihak lain.

“TC di Kroasia ini, kami harap bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Mereka harus bekerja keras dan terus bersemangat demi torehan positif di Piala AFC U-19 dan tentunya Piala Dunia U-20. PSSI selalu mendukung program dari pelatih Shin Tae-yong untuk timnas,” lanjut Iriawan.

Shin Tae-yong mengatakan, 30 pemain dipilih berdasarkan penilaiannya selama pemusatan latihan di Jakarta.

“Kami memilih 30 pemain untuk dibawa ke Kroasia. Pemain saat ini dalam kondisi bagus dan terus mengalami perkembangan yang positif setiap harinya. Saya yakin selama di Kroasia, fisik, teknik, dan permainan timnas U-19 akan makin meningkat,” ungkap Shin Tae-yong.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini