Shin Tae-yong Ajukan Nama Baru untuk Dinaturalisasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pelatih Shin Tae-yong mengajukan nama baru untuk dinaturalisasi. Pemain tersebut diproyeksikan untuk memperkuat timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2023.

Shin Tae-yong sempat mengundang tiga pemain asal Belanda di pemusatan latihan timnas U-19 beberapa waktu lalu. Ketiga pemain tersebut adalah, Jim Croque, Max Christoffel, dan Kai Boham.

Tapi, Shin Tae-yong tak puas dengan penampilan ketiga pemain tersebut. Itu sebabnya pelatih asal Korea Selatan mengajukan nama baru ke PSSI untuk dinaturalisasi.

“Pertama saya terima kasih kepada PSSI dan pemerintah dan siapapun yang terikat dengan naturalisasi pemain senior kemarin,” ujarnya.

“Sangat lancar sampai hari ini. Untuk U-20 saya sedang ajukan ke ketum (Mochammad Iriawan) hari ini,” katanya.

Keinginan Shin Tae-yong melakukan naturalisasi di timnas senior tinggal selangkah lagi rampung. Dua nama, Jordi Amat dan Sandy Walsh sudah mendapat lampu hijau dari Komisi III DPR RI. Mereka tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres) dan pengambilan sumpah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini