Setiap Hari Kemensos Salurkan 24.000 Paket Makanan untuk Korban Gempa Sulbar

Baca Juga

MATA INDONESIA, MAMUJU – Tiga hari sejak gempa besar dengan magnitudo 6,2; Kementerian Sosial (Kemensos) membangun enam posko dapur umum lapangan (dumlap) untuk korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Keenamnya menyalurkan 24.000 paket makanan.

Dua dapur umum tersebut berasal dari Provinsi Sulawesi Barat sendiri, sedangkan satu lainnya dari Provinsi Sulawesi Selatan, sementara tiga sisanya dari Provinsi Sulawesi Tengah.

“Seluruh masakan kita sebarkan ke lokasi pengungsi atau bagi yang lokasi pengungsiannya dekat bisa langsung mengambil (ke dumlap terdekat),” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, M. Safii Nasution, di Sulbar yang dikutip, Senin 18 Januari 2021.

Menurut Safii, satu mobil dapur umum lapangan itu bisa memasak hingga 2.000 paket makanan.

Dalam satu hari setiap dapur umum lapangan itu menyalurkan dua kali, jadi seluruh dapur umum lapangan itu menyalurkan 24 ribu paket makanan kepada korban gempa tersebut ke 97 posko pengungsian yang terdaftar di Dinas Sosial Provinsi Sulbar.

Untuk menghindari penyebaran Covid19 di lokasi pengungsian, Safii mengaku telah mengirimkan tenda pengungsi Covid19 yang dilengkapi sekat-sekat pembatas dan ventilasi di setiap ruangnya.

Selain itu, Kemensos juga menyediakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi pengungsi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini