Setelah Lion dan Citilink, Pelni Ikut-ikutan Pasang Tarif Bagasi

Baca Juga

MINEWS, SULTRA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai ikut-ikutan maskapai penerbangan Lion Air dan Citilink yang menerapkan bagasi berbayar bagi penumpangnya.

Pelni Baubau merilis program ‘Responsibility Excellent Delivery (Redpack) yang mengharuskan penumpang membayar untuk barang bawaannya.

Alasan penerapan bagasi berbayar ini menurut Kepala Pelni Baubau, Capt Akhmad Sadikin adalah untuk memudahkan pengguna kapal laut agar tidak repot membawa barang bawaannya.

“Nanti kita beri label, cukup laporkan ke Pelni untuk ditimbang sesuai kriteria,” kata Akhmad.

Padahal, penerapan bagasi berbayar Lion Air dan Citilink sampai saat ini masih banjir protes dari masyarakat pengguna jasa pesawat terbang, malah Pelni mengikuti jejak kedua maskapai tersebut untuk transportasi laut.

Mengenai tarif yang dikenakan untuk barang penumpang, Akhmad menyebut hal itu tergantung jauh atau dekatnya tujuan hingga disesuaikan dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Dia juga mengatakan penumpang yang membawa barang seberat 50 kilogram untuk dipakai selama perjalanan di atas kapal tidak dipungut biaya alias gratis.

Program ini sudah dilaksanakan pada awal tahun. Akhmad mengklaim program ini telah ada penumpang yang memanfaatkannya. Ia juga menyebut program ini tak hanya diterapkan Pelni Baubau saja, namun sudah di seluruh Indonesia.

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini