Setelah Lion dan Citilink, Pelni Ikut-ikutan Pasang Tarif Bagasi

Baca Juga

MINEWS, SULTRA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai ikut-ikutan maskapai penerbangan Lion Air dan Citilink yang menerapkan bagasi berbayar bagi penumpangnya.

Pelni Baubau merilis program ‘Responsibility Excellent Delivery (Redpack) yang mengharuskan penumpang membayar untuk barang bawaannya.

Alasan penerapan bagasi berbayar ini menurut Kepala Pelni Baubau, Capt Akhmad Sadikin adalah untuk memudahkan pengguna kapal laut agar tidak repot membawa barang bawaannya.

“Nanti kita beri label, cukup laporkan ke Pelni untuk ditimbang sesuai kriteria,” kata Akhmad.

Padahal, penerapan bagasi berbayar Lion Air dan Citilink sampai saat ini masih banjir protes dari masyarakat pengguna jasa pesawat terbang, malah Pelni mengikuti jejak kedua maskapai tersebut untuk transportasi laut.

Mengenai tarif yang dikenakan untuk barang penumpang, Akhmad menyebut hal itu tergantung jauh atau dekatnya tujuan hingga disesuaikan dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Dia juga mengatakan penumpang yang membawa barang seberat 50 kilogram untuk dipakai selama perjalanan di atas kapal tidak dipungut biaya alias gratis.

Program ini sudah dilaksanakan pada awal tahun. Akhmad mengklaim program ini telah ada penumpang yang memanfaatkannya. Ia juga menyebut program ini tak hanya diterapkan Pelni Baubau saja, namun sudah di seluruh Indonesia.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini