Senyum Vladimir Putin pun Mengembang Usai Bertemu Presiden Jokowi

Baca Juga

MATA INDONESIA, MOSKOW – Jika senyum menandakan perasaan hati yang terlepas dari beban, semoga hal itu pula yang dirasakan Vladimir Putin saat menjabat tangan Presiden Jokowi usai memberi pernyataan pers bersama di Istana Kremlin, Kamis 30 Juni 2022.

Senyum Putin juga tampak lebar dan raut wajahnya pun terlihat tanpa beban, berbeda dari kesehariannya yang berwajah dingin.

Tidak terkesan dia sedang menjadi panglima tertinggi Rusia yang memimpin sebuah perang.

Padahal, sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan beberapa permintaan Volodymyr Zelenskiy seteru Putin.

Permintaan tersebut adalah jaminan keamanan dari Putin untuk mengamankan pasokan pangan, pupuk serta jalur laut Ukraina yang dipenuhi Putin.

Untuk proses perdamaian selanjutnya, Presiden Jokowi menegaskan bersedia menjadi penghubung dua pemimpin negara tersebut.

Presiden Jokowi dan Vladimir Putin saat konferensi pers bersama. (setpres)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini