Selasa Teknis Evakuasi WNI dari Kapal Pesiar Diamond Princess Dibicarakan

Baca Juga

MATA INDONESIA, RANCAEKEK – Soal teknis mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Kapal Pesiar Diamond Princess, Menteri Budi Karya Sumadi menegaskan akan dibahas dalam rapat, Selasa 25 Februari 2020.

Kapal pesiar itu kini sudah lebih dari 14 hari bersandar di Yokohama, Jepang karena dikabarkan membawa penumpang yang terinfeksi corona COVID-19. Maka kapal mewah itu menjadi karantina terapung selama 14 hari.

Meski begitu amat disayangkan jumlah para penumpang yang terinfeksi terus bertambah. Dari semua hanya puluhan orang saat awal masa karantina, kini dikabarkan sekitar 600 -an penumpang tertular.

Ada 78 WNI yang menjadi anak buah kapal dan empat di antaranya dinyatakan terinfeksi selama masa karantina diberlakukan.

Menurut Budi, pemerintah akan mempertimbangkan matang proses evakuasi WNI tersebut apakah menggunakan pesawat terbang atau kapal laut.

Pemerintah Jepang pun sudah memberikan izin kepada Indonesia untuk melakukan evakuasi seperti halnya Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi WNI dari pusat penyebaran wabah corona di Wuhan Cina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini