Selamatkan 40 Juta Lapangan Kerja, Sandi Gercep Bareng Erick Thohir, M Lutfi dan Bahlil

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bukan cuma serah terima jabatan (Sertijab) dengan pendahulunya, Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno langsung gerak cepat (gercep) berkoordinasi dengan dua sahabatnya Erick Thohir yang menjabat Menteri BUMN dan Muhammad Lutfi selaku Menteri Perdagangan serta Kepala BKPM/Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk menyelamatkan 40 juta lapangan pekerjaan.

“Dan tentunya lebih dari 40 juta lapangan pekerjaan yang perlu kita selamatkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Saya perlu sekali bantuan Pak Menteri Perdagangan, Pak Menteri Investasi sudah beri komitmen dan yang banyak duitnya Menteri BUMN,” ujar Sandiaga di kantor Kementerian BUMN yang dikutip Kamis 24 Desember 2020.

Sandi mengaku berinisiatif mengunjungi Menteri BUMN Erick Thohir di kantornya sekaligus mengundang Menteri Perdagangan M Lutfi serta Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Tujuan gercep itu menurut Sandi untuk memastikan semua porogram akan tereksekusi tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat.

Menurutnya, menyelamatkan 40 juta lapangan kerja sektor pariwisata itu akan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Diketahui, Sandiaga Uno adalah sahabat masa remaja Erick Thohir dan Muhammad Lutfi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prioritas MBG untuk 3B, Investasi Gizi Masa Depan

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Upaya menurunkan angka stunting di Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih terarah pada fase paling krusial dalam siklus kehidupan manusia. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) menjadi langkahstrategis untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berkualitas. Dalam konteks tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memprioritaskan kelompok 3B menunjukkan arah kebijakan yang tepat. Fokus pada bumil, busui, dan balita berarti pemerintah menempatkan perhatian pada periodeemas 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang menjadi penentu utama tumbuhkembang anak. Jika intervensi gizi dilakukan secara konsisten sejak masa kehamilan hingga awalkehidupan anak, risiko stunting dapat ditekan secara signifikan. Dengan demikian, kebijakan gizi yang tepat sasaran bukan hanya program bantuan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengandalkan program MBG kategori 3B sebagai strategi kunci untukmengatasi stunting sejak dini.  MBG 3B menjadi bagian integral dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun sumber daya manusiaberkualitas, khususnya melalui pemenuhan gizi pada periode emas 1.000 HPK.  Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan program...
- Advertisement -

Baca berita yang ini