Selain Agung Hercules, Ini Sederet Artis yang Pernah Divonis Kanker Otak, 2 Di Antaranya Sembuh Total!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar memprihatinkan datang dari artis Agung Hercules. Agung kini tengah terbaring lemah di rumah sakit lantaran penyakit kanker otak stadium 4 yang dideritanya.

Agung Hercules menderita kanker jenis glioblastoma. Dilansir dari Institut Nasional Amerika (NIH), glioblastoma adalah tumor otak ganas yang berkembang dari jenis sel otak tertentu bernama astrosit. Tumor ini terbilang sangat agresif dan tumbuh menjadi jaringan otak di sekitarnya.

Tak seperti jenis tumor otak lainnya yang persebarannya dimulai dari tubuh hingga ke otak, glioblastoma justru dimulai di otak atau sumsum tulang belakang.

Bicara soal kanker atau tumor otak, selain Agung Hercules sebelumnya ada sederet artis yang lebih dulu divonis menderita penyakit tersebut. Siapa saja mereka dan bagaimana kondisinya kini? Berikut ulasannya.

Erna Libby

Nama Erna Libby pernah begitu naik daun di awal 2000-an. Artis cantik ini dikenal sebagai pesinetron dan penyanyi. Sayangnya, di tengah popularitasnya yang tengah menanjak kala itu Erna divonis mengidap kanker otak pada tahun 2005. Sempat menjalani pengobatan, Erna akhirnya meninggal dunia pada 19 Agustus 2008 di Rumah Sakit Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Gugun Gondrong

Artis yang sangat hits di era 1990-2000-an ini juga sempat divonis menderita tumor otak. Gugun bahkan sempat lama koma lantaran tumor yang menyerang otak bagian kirinya. Namun seolah mendapat mukjizat dari Tuhan, Gugun akhirnya bisa sembuh total usai menjalani serangkaian operasi dan pengobatan.

Epy Kusnandar

Aktor senior Epy Kusnandar juga pernah divonis menderita tumor otak pada 2010 silam. Dokter bahkan sudah memvonis usianya tinggal 4 bulan. Namun berkat kegigihannya menjalani serangkaian pengobatan medis hingga alternatid, Epy akhirnya dinyatakan sembuh total dan masih berkarier di dunia hiburan sampai sekarang.

Berita Terbaru

Bansos Pangan Beras dan Minyak Goreng Jadi Penyangga Kesejahteraan Masyarakat

Oleh : Andhika RachmaPemerintah terus memperkuat perlindungan sosial melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng sebagai langkah menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program tersebut menjadisalah satu instrumen penting negara dalam memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok rentan dan keluarga berpenghasilan rendah. Kehadiran bansos pangantidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berperan menjagastabilitas sosial dan memperkuat ketahanan pangan nasional.Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersamaPerum Bulog terus mempercepat distribusi bantuan pangan ke berbagai wilayah di Indonesia. Penyaluran bantuan ini menyasar lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) denganalokasi bantuan berupa beras dan minyak goreng yang diberikan secara bertahap. Pemerintahmenilai program bansos pangan menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan ekonomimasyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasar.Program bantuan pangan tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjagakeseimbangan antara perlindungan sosial dan stabilitas ekonomi nasional. Di tengah tantanganglobal seperti ketidakpastian rantai pasok pangan dunia dan gejolak harga komoditasinternasional, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadapkebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bantuan beras dan minyak goreng menjadi bentuknyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari dampak inflasi pangan yang dapatmemengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.Pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran mencapai Rp11,92 triliun untuk mendukungpenyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng pada tahun 2026. Anggaran tersebutdigunakan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan tersebutbertujuan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.Penyaluran bansos pangan juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi nasional. Pemerintah memahami bahwa kenaikan harga bahan pangan dapat memberikan tekananlangsung terhadap masyarakat kecil. Oleh karena itu, distribusi bantuan beras dan minyak goreng dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga pasokan pangan nasional tetap aman. Dengan stokcadangan beras pemerintah yang terus diperkuat, Indonesia dinilai memiliki kemampuanmenjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa program bantuan pangan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Pemerintahberupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara cepatdan merata. Penyaluran bansos pangan dinilai mampu membantu meringankan bebanpengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan terbatas yang sangat terdampak oleh perubahan harga kebutuhan pokok.Selain membantu masyarakat penerima manfaat, program bansos pangan turut memberikandampak positif terhadap stabilitas pasar domestik. Ketika distribusi bantuan berjalan efektif, tekanan terhadap lonjakan harga beras dan minyak goreng dapat ditekan sehingga kondisi pasar menjadi lebih stabil....
- Advertisement -

Baca berita yang ini