Sektor Ekonomi Masih Prioritas Utama Hubungan Bilateral Indonesia – Jerman

Baca Juga

MATA INDONESIA, INDONESIA – Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Jerman secara resmi terjalin tahun 1952. Sejak saat itu hubungan kedua negara terus mengalami peningkatan, khususnya sektor ekonomi yang kini menjelma menjadi prioritas utama hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.

Hal ini dikarenakan dimensi dan cakupan kerja sama kedua negara yang bersifat multi-dimensi, sehingga tidak hanya terbatas pada perdagangan dan investasi. Di sektor perdagangan, Jerman merupakan salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia.

Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri mengungkapkan bahwa tahun 2021, merupakan momentum terpenting hubungan kedua negara. Di mana Indonesia akan menjadi partner country Hannover Messe 2021.

Ketua Delegasi Jerman, Petra Sigmund mengatakan bahwa kerja sama ekonomi akan tetap menjadi prioritas kedua negara. Jerman sendiri merupakan salah satu mitra ekonomi terpenting Indonesia di Eropa.

“Jerman menyambut positif reformasi pemerintah Indonesia, khususnya dengan diterbitkannya UU Nomor 11/20020 mengenai Cipta Kerja. Kedua negara juga sepakat mendorong ditingkatkannya perdagangan bilateral menjadi dua kali lipat,” kata Petra Sigmund.

Berbagai produk ekspor unggulan Indonesia ke Jerman, antara lain, minyak kelapa sawit, alas kaki, peralatan elektronik, pakaian dan aksesoris, karet, mesin mekanik, kopi-teh rempah-rempah, alat fotografi, kayu, dan mebel.

Saat ini, terdapat sekitar 250 perusahaan multinasional Jerman yang melakukan bisnis di Indonesia. proyek investasi Jerman di Tanah Air masih didominasi sektor metal dan machinery industry, industri kimia dan farmasi, transpormasi, storage, dan industri komunikasi.

Beberapa perusahaan Jerman yang berinvestasi di Indonesia di antara lain, Deutsche Post, Robert Bosch, Bayer, VW, Mercedes-Benz, Adidas, Allianz, BASF, dan BMW.

Pemerintah mencatat nilai perdagangan Indonesia dan Jerman pada Januari – Agustus 2020 mencapai angka 3,6 miliar USD, jumlah ini menurun -8,3%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau sebelum pandemi.

Indonesia dan Jerman adalah dua negara yang memiliki nilai strategis di kawasan masing-masing. Jerman memiliki stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berada di lokasi yang strategis dengan 9 negara tetangga.

Pun dengan Indonesia yang merupakan negara dengan pendudukan terbesar di Asia Tenggara juga memiliki stabilitas politik dan ekonomi yang sangat baik, dengan lokasi yang strategis di dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini