Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dimulai 30 Agustus 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – 30 Agustus 2021, siswa sekolah dari dasar hingga lanjutan atas akan mulai kembali bersekolah.

Pemprov DKI Jakarta akan menggelar sekolah tatap muka terbatas dan disesuaikan dengan penerapan PPKM level 3 di ibu kota.

Kasubag Humas Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taga Radja mengatakan ada 613 sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

”Rencana mungkin minggu depan karena kan menunggu SK dari Bu Kadis, kemudian kita mengevaluasi PTM (Pembelajaran Tatap Muka) sebelumnya yang sudah dilaksanakan dan secara simultan menyiapkan sekolah-sekolah yang akan menyelenggarakan PTM terbatas ke depannya,” kata Taga, Selasa 24 Agustus 2021.

Taga mengungkapkan, dari hasil evaluasi pelaksanaan PTM sebelumnya, hasilnya cukup bagus. Tak ada laporan siswa yang terpapar virus corona.

“Kalau evaluasinya, pelaksanaan yang kemarin cukup bagus yah, Alhamdulilah, tidak ada laporan anak-anak terpapar kena COVID gara-gara PTM. Namun evaluasinya perlu dimasukkan di instrumen assesment tentang persyaratan vaksin kepada siswa, yang sebelumnya belum ada ada,” kata dia.

Taga memastikan mekanisme pembelajaran tidak berubah. Aturan yang sama seperti pengisian asesmen, dan pelatihan terhadap tenaga pendidik juga tetap dilakukan.

“Kalau itu sudah tetap, bagi sekolah yang melaksanakan PTM terbatas, itu seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya, diawali dengan pengisian asesmen 1 dan 2, lalu diverifikasi dan divalidasi oleh para pengawas dan penilik di tiap-tiap wilayah dan Sudin, sesudah itu diberikan pelatihan selama 2 minggu, kemudian diberikan kesempatan melaksanakan PTM. Kita tetap memegang standard itu,” ujarnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini