Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor Terjaring OTT, Polisi Sita Empat Kantong Uang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Polres Bogor melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Irianto. Diduga dirinya, terlibat kasus dugaan korupsi untuk suap perizinan.

Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi menjelaskan, penangkapan Irianto di Kantor DPKPP, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 3 Maret 2020 sekitar pukul 16.00 WIB.

Polisi menggelandang Irianto yang mengenakan seragam PNS, lengkap dengan empat kantong uang, dan beberapa kardus barang bukti lainnya.

Barang bukti berupa uang yang diamankan itu dibungkus menggunakan empat kantong berbahan kertas warna coklat. Semua barang bukti diangkut menggunakan mobil, sedangkan Irianto satu mobil dengan Benny menggunakan mobil dinas dengan plat merah bernomor F 1554 F.

Hingga Rabu 4 Maret 2020 malam, polisi masih melakukan pemeriksaan dan yang bersangkutan bakal menginap di Polres Bogor.

Meski begitu, Benny belum mau mengumumkan perkara apa yang menjerat Irianto bersama lima orang lainnya. Menurutnya, kasusnya secara lengkap akan diungkapkan Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy.

Sementara, Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan hak bantuan hukum untuk Irianto, setelah terkena OTT oleh Polres Bogor.

“Beliau kan masih ASN, di kita ada bagian banhuk (bantuan hukum), nanti banhuk yang dampingi. Haknya tetap kita berikan untuk menerima bantuan hukum,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui kasus yang membuat Irianto digelandang dari kantornya. Ade Yasin menyebutkan pihaknya masih menunggu laporan dari pihak kepolisian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini