Sedikit Lagi Resmi Jadi WNI, Sandy Walsh dan Jordi Amat Bisa Main di Piala AFF 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Proses naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh semakin mendekati tahap akhir. Ada kemungkinan keduanya bisa memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022 pada Desember mendatang.

Proses naturalisasi Sandy dan Jordi sudah disetujui DPR RI dalam Rapat Paripurna. Sebelumnya, persetujuan juga didapat dari Komisi III dan Komisi X DPR RI.

Masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dijalani sebelum resmi menjadi WNI. Selanjutnya Jordi dan Sandy harus menunggu Surat Keputusan Presiden sebelum mengambil sumpah Warga Negara Indonesia di Kantor Wilayah Kemenkumham.

Pelatih Shin Tae-yong sangat menginginkan kehadiran keduanya di skuat Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan ingin pemain asal Eropa yang punya darah Indonesia. Selain kedua nama tersebut, ada satu nama lagi, yakni Shayne Pattinama yang prosesnya masih sedikit lebih jauh.

Jika tak ada hambatan, Jordi dan Sandy kemungkinan sudah bisa memperkuat timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2022.

“Agenda terdekat yang memungkinkan bagi Jordi Amat dan Sandy Walsh untuk memperkuat Indonesia adalah Piala AFF 2022 yang akan digelar pada Desember,” tulis keterangan PSSI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini