Pantau Langsung Latihan Timnas Indonesia, Ini Harapan Ketum PSSI

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memantau langsung latihan Timnas Indonesia jelang pertandingan FIFA Matchday melawan Curacao. Dia berharap, skuat Garuda bisa meraih hasil positif dan mendapatkan pengalaman berharga.

Iriawan memantau langsung latihan yang digelar di Stadion Sidolig, Bandung, Kamis 22 September 2022 untuk memantau kondisi pemain sekaligus memberikan semangat jelang laga lawan Curacao pada 24 September di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Curacao saat ini tercatat berada di posisi ke-84 dalam Ranking FIFA per 25 Agustus 2022. Negara Kepulauan Karibia itu mengoleksi poin 1293,35. Armada Remko Bicentini itu masih lebih baik dari sejumlah negara menengah di Asia seperti Bahrain, Yordania, hingga Suriah.

Perbedaan posisi Curacao dengan timnas Indonesia sangat jauh. Skuad Garuda bercokol di urutan ke-155 ranking FIFA dengan 1019.19 poin. Berarti, Timnas Indonesia terpaut 71 tangga dari Curacao dalam pemeringkatan anggota FIFA.

“Peringkat terpaut jauh tidak apa-apa. Ini yang kita cari. Pemain bisa mendapatkan pengalaman. Saya juga tahu banyak pemain mereka yang bermain di liga-liga hebat di Eropa,” ujarnya.

“Tetapi, jangan patah semangat. Apalagi dua kali pertandingan akan dimainkan di Indonesia (GBLA dan Pakansari). Pasti suporter juga akan mendukung,” katanya.

Iriawan berharap suporter datang ke stadion untuk mendukung pemain timnas. Ia yakin suporter yang juga pemain ke-12 akan memberikan dampak signifikan permainan di lapangan.

“Datang ke stadion akan lebih baik. Namun, kalau tidak bisa cukup nonton di televisi dan doakan timnas Indonesia bisa menang,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini