Seberapa Besar Asteroid yang Mampu Ditahan Atmosfer Bumi?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belakangan ini, beberapa lembaga antariksa seperti NASA kerap melaporkan, banyak asteroid yang mendekati Bumi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, atmosfer Bumi tidak mampu menahan benda langit tersebut.

Sebenarnya, seberapa besarkah ukuran asteroid yang mampu dihalau atmosfer Bumi?

Menjawab hal itu, peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Abdul Rachman mengatakan, atmosfer Bumi mampu menahan asteroid atau benda angkasa lainnya yang berukuran diabeter 50 meter saja.

Dengan ukuran seperti itu, maka akan terbakar di atmosfer dan tidak menimbulkan efek kerusakan di bumi. Lalu bagaimana jika ukurannya lebih dari diameter 50 meter?

Menurut Abdul Rachman, asteroid berdiameter 0,5 km hingga 2 km mampu menghasilkan energi 10.000 hingga 500.000 Mt dan menghasilkan kawah seluas 20 km, menyebabkan satu negara kecil hancur, tsunami, dan mempengaruhi iklim Bumi.

Lalu, asteroid berdiameter 2 hingga 10 km mampu membuat kawah seluas 100 km dan dampak global yang berakibat pada kepunahan massal.

“Kita bisa belajar tumbukan yang terjadi di Bulan yang tidak memiliki atmosfer dan menciptakan banyak kawah di permukaannya,” kata Abdul Rachman, seperti dikutip dari Republika.

Ia berkata, bahaya tabrakan asteroid ke bumi adalah contoh risiko terekstrem dengan tingkat kemungkinan yang rendah, namun konsekuensinya tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini