Scudetto Masih Jauh, Inter Milan Diharamkan Lengah

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Inter Milan mulai membuka jarak dengan pesaing di klasemen Serie A. Meski demikian, Nerazzurri diharamkan lengah karena perjalanan masih panjang.

Inter meraih kemenangan 3-0 atas Genoa dalam lanjutan kompetisi Serie A, Minggu 28 Februari 2021 malam WIB di Giuseppe Meazza.

Tiga kemenanagn Inter dicetak Romelu Lukaku, Matteo Darmian, dan Alexis Sanchez. Untuk sementara La Beneamata duduk di puncak klasemen dengan keunggulan empat poin dari Milan di posisi dua.

“Semua kerja keras kami terbayar. Ini semua dimulai tahun lalu, tapi tim ini terus berkembang, memahami situasi dengan atau tanpa bola, kapan harus agresif, kapan harus menguasai bola,” kata pelatih Inter, Antonio Conte, dikutip dari Football Italia, Senin 1 Maret 2021.

“Di tahun sebelumnya, jarak dengan Juventus mencapai 15 poin. Jadi, jika kami ingin objektif dan mengkalkulasi jarak dari pemuncak klasemen dan Inter sebelum saya datang, musim lalu sudah ada kemajuan pesat,” ujarnya.

“Kami harus meneruskan proyek ini dan kami melakukan sesuatu yang penting. Tapi masih ada 14 pertandingan lagi dan kami tak boleh lengah. Kami harus terus seperti ini. Kami menciptakan sinergi indah dan empati di antara semua orang di sini. Tapi kemenangan tetap menjadi tujuan utama,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini