SBY Minta Masyarakat Tidak Menuduh Pemerintah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat tidak menuduh pemerintah tidak serius mengatasi wabah Covid19 akibat virus corona ini. Jika perlu menyampaikan kritik harus dengan kata-kata yang lebih baik jangan menghina.

“Pemerintah telah serius menanggulangi wabah corona ini,” kata lelaki yang akrab dipanggil SBY tersebut.

Di tengah keterbatasan terutama keuangan negara, SBY menilai pemerintah telah serius mengatasi wabah ini.

Dia pun mengenang kembali saat menanggulangi dampak krisis global 2008 saat masih menjabat Presiden Republik Indonesia.

SBY mengaku saat itu dia merasa tegang dan letih, karena secara bertubi-tubi dan di banyak tempat diserang dan dihina. Apakah itu di parlemen, media massa bahkan di jalanan dengan berbagai unjuk rasa.

“Kata-katanya kasar dan menyakitkan,” ujar SBY.

Dia mengaku hampir tidak kuat dengan hinaan-hinaan yang melampaui batas, tetapi dia menegaskan sebagai nakoda harus kuat, tegar dan sabar.

Waktu itu dia mengungkapkan bahwa cacian dan hinaan tersebut karena posisinya sebagai pemimpin, sebagai presiden.

Karenanya dia menyerukan kepada masyarakat agar apa yang dialaminya dulu tidak lagi dilakukan kepada pemimpin-pemimpin Indonesia yang lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi MBG sebagai Kunci Keberlanjutan Kebijakan Gizi Nasional

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategispemerintah yang dirancang untuk menjawab tantangan mendasar pembangunansumber daya manusia Indonesia. Di tengah bonus demografi dan masih adanyapersoalan gizi, stunting, serta ketimpangan akses pangan, MBG hadir bukan sekadarsebagai program bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitasgenerasi masa depan. Karena itu, keseriusan pemerintah dalam mengevaluasipelaksanaan MBG patut diapresiasi dan didukung secara konstruktif oleh seluruhpemangku kepentingan. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menegaskan bahwa MBG bukan program yang berjalan tanpa pengawasan. Evaluasi berkala menjadi kunci agar manfaatnyatepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar berdampak. Menteri Koordinator BidangPangan Zulkifli Hasan, misalnya, menekankan pentingnya evaluasi berbasis data akuratuntuk memastikan bahwa penerima manfaat MBG benar-benar mereka yang membutuhkan. Menurutnya, ketepatan data penerima menjadi fondasi utamakeberhasilan program, karena kesalahan sasaran akan berujung pada inefisiensianggaran dan melemahnya kepercayaan publik. Penekanan pada akurasi data inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin MBG sekadar terlihat besar dari sisianggaran, tetapi juga kuat dari sisi tata kelola. Pendekatan berbasis data tersebut relevan dengan kondisi terkini, di mana pemerintahterus melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sertasinkronisasi dengan data sektoral lainnya. Dengan cara ini, MBG diharapkan mampumenjangkau kelompok rentan, termasuk anak sekolah dan keluarga berpenghasilanrendah, secara lebih presisi. Keseriusan ini mencerminkan pola pikir pemerintah yang adaptif dan terbuka terhadap perbaikan, bukan defensif terhadap kritik. Di sisi lain, aspek kesehatan dan keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini