Satu Lagi Anak Buah Gubernur Anies Baswedan Mundur, Ada Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Daftar anak buah Gubernur Anies Baswedan yang mengundurkan diri bertambah panjang setelah Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Pujiono meletakkan jabatannya dengan alasan tak sanggup mengurus aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pengunduran diri Pujiono dibenarkan Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Mujiyono.

“Dia tidak sanggup mengatasi masalah aset Pemprov DKI Jakarta,” ujar Mujiyono, Rabu 19 Mei 2021.

Pujiono dikabarkan mengundurkan diri dari jabatan Kepala BPAD DKI efektif per 17 Mei 2021. Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengutarakan, Pujiono merasa kurang berhasil menjalankan tugasnya sebagai Kepala BPAD dalam mengurus aset DKI. Padahal dia mengisi pos itu melalui lelang jabatan.

Menurut Mujiyono aset Pemprov DKI Jakarta banyak yang bermasalah sejak lama, banyak yang fisiknya tidak ada tetapi masih tercatat.

Sebelumnya, Mohammad Tsani Annafari mengundurkan diri dari jabatan Kepala Bapenda DKI Jakarta, Maret 2021.

Sementara awal Mei 2021, sebanyak 235 ASN DKI Jakarta beramai-ramai menolak menerima jabatan yang ditunjuk Gubernur Anies Baswedan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Resiliensi Media Dukung Ketahanan Nasional di Ruang Digital

Oleh: Nazira Billa Putri )*Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untukmemperoleh informasi secara cepat dan luas. Di sisi lain, perkembangantersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dariinformasi yang benar. Dalam situasi seperti ini, penguatan resiliensi media menjadi faktor penting untuk mendukung ketahanan nasional di ruangdigital sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangunekosistem informasi yang sehat melalui penguatan peran media danpeningkatan kualitas layanan digital. Langkah tersebut menjadi bagiandari strategi nasional untuk memastikan ruang digital Indonesia tetapmenjadi sarana yang aman, produktif, dan mampu memperkuat persatuanbangsa di tengah derasnya arus informasi global.Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasidan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa pers memiliki posisistrategis sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hoaks dandisinformasi. Menurutnya, media yang menjalankan fungsi jurnalistiksecara profesional menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitasinformasi yang beredar di tengah masyarakat.Fifi menilai kecepatan perkembangan teknologi tidak boleh mengurangikomitmen terhadap akurasi informasi. Karena itu, pemerintah bersamainsan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiapproduk jurnalistik tetap mengedepankan kepentingan publik sertamemberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebutmenjadi semakin penting ketika ruang digital dipenuhi arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tidak seluruhnya melalui proses verifikasi.Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat,yang menilai pers tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengahledakan informasi digital. Menurutnya, informasi kini telah menjadikebutuhan mendasar sehingga masyarakat membutuhkan sumberinformasi yang dapat dipercaya sebagai rujukan dalam memahamiberbagai peristiwa.Di tengah meningkatnya volume informasi, keberadaan media profesionalmenjadi penentu kualitas ruang publik. Media yang mengedepankanprinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial akanmemperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang bagiberkembangnya informasi yang menyesatkan.Upaya memperkuat ketahanan informasi juga didukung melalui berbagaiinovasi digital yang dikembangkan pemerintah. Pengakuan internasionalterhadap tiga inovasi Indonesia dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 menjadi bukti bahwa transformasidigital nasional semakin mampu menghadirkan solusi yang bermanfaatbagi masyarakat.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaiantersebut menunjukkan kualitas inovasi digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini