Satu Keluarga di Sigi Sulteng Dibantai, Pelakunya Diduga Anak Buah Ali Kalora

Baca Juga

MATA INDONESIA, SIGI – Beredar kabar ada satu keluarga di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK). Diduga pelakunya berasal dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Kejadian itu terjadi pada Jumat 27 November 2020, sekitar pukul 10.00 WITA.

Menurut Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso, korban yang meninggal dari peristiwa itu ada 4 orang. Ia mengatakan, saat ini aparat gabungan TNI-Polri Satgas Tinombala tengah mengejar kelompok tersebut sesuai petunjuk dari hasil olah TKP.

“Upaya untuk mempersempit area pelarian yang mengarah ke hutan di Palolo, terus dilakukan hingga saat ini,” ujarnya, Sabtu 28 November 2020.

Selain itu, para pelaku dikabarkan membakar sejumlah rumah yang ada di sekitar lokasi kejadian. Bahkan diduga satu gereja ikut terbakar. Peristiwa ini sudah ramai beredar di media sosial.

Namun Irjen Abdul Rakhman Baso menegaskan bahwa tidak ada gereja yang dibakar dalam peristiwa itu.

“Cuma perlu diluruskan bahwa di antara yang dibakar tidak ada gereja. Jangan sampai meluas hingga terjadi konflik isu SARA,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini