Satu Kapal Perintis Baru Dioperasikan untuk Permudah Akses ke Lokasi IKN

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Untuk memudahkan akses ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan beroperasinya, kapal perintis baru yaitu KM Sabuk Nusantara 89.

Kapal itu akan meciptakan konektivitas antara Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kalimantan.

Rute yang dilayani adalah Palu-Samarinda-Bontang-Ogoamas-Malala-Tolitoli-Maratua.

“Kapal yang dilaunching ini maksudnya meningkatkan konektivitas ke sekitar Sulawesi Tengah dan Kalimantan. Kapal bisa menampung 450 orang penumpang,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Hendri Ginting dalam sebuah wawancara radio, Selasa 30 Agustus 2022.

“Kapal bisa menampung 450 orang penumpang,” kata Ginting.

Tarif yang dikenakan pun relatif murah dengan fasilitas yang memadai.

Menurut Ginting paling mahal tarif kapal itu adalah Rp 19 ribu per lorang dan paling murah Rp 5.000 per orang.

Sedangkan fasilitasnya terdiri dari standar keamanan pelayaran, serta beragam fasilitas lainnya, seperti ruangan full AC, kafe, tempat tidur serta ruangan dengan beragam kelas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini