Satgas: Tes Covid19 Indonesia Lampaui Standar WHO

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia sudah berhasil melampaui standar WHO soal jumlah penduduk yang di tes Covid19. Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid19, Dr Dewi Nur Aisyah di Jakarta, Rabu 20 Januari 2021.

“Januari pekan kedua akhirnya kita mencapai target WHO di angka 100,87 persen, pekan ketiga kabar baiknya masih meningkat terus kita masih di atas standar WHO di angka 107 persen,” ujar Dewi.

Artinya, Indonesia sudah kelebihan 7 persen dari standar WHO tersebut berkaitan orang yang dites.

WHO menganjurkan tes Covid19 harus dilakukan terhadap 1000 orang dari setiap 1 juta penduduk setiap minggu.

Artinya Indonesia harus melakukan pemeriksaan terhadap 270.000 orang setiap minggu karena jumlah seluruh penduduk kita sekitar 270 juta orang.

Meningkatnya jumlah pengetesan tersebut menurut Dewi mengungkapkan bahwa semakin banyak angka infeksi Covid19 yang tercatat.

Hal itu juga menunjukkan orang Indonesia tidak mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid19 tersebut.

Selain itu, tingginya angka kasus baru dalam beberapa hari terakhir ini karena terlambatnya pelaporan sejumlah data.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini