Satgas Covid-19 Sebut MotoGP Mandalika Gunakan Sistem Bubble Khusus

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam balapan MotoGP Mandalika 18-20 Maret akan digunakan sistem bubble (gelembung) khusus. Hal ini diungkapkan Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Suharyanto.

Satgas Covid-19 merespons pernyataan promotor MotoGP, Dorna Sports, yang menolak dengan aturan karantina panjang di Indonesia bagi pembalap dan kru.

“Makanya dilaksanakan sistem bubble khusus di Lombok. Jadi orang yang datang itu tidak ke mana-mana, datang dari bandara, masuk hotel, nonton MotoGP, balik lagi ke hotel, balik ke bandara,” ujar Suharyanto.

“Jadi tidak berinteraksi dengan masyarakat yang lain, dan dengan sistem bubble itu orang-orang yang masuk sudah yakin bahwa mereka aman dari Covid-19,” katanya.

Penerapan sistem bubble khusus dan protokol kesehatan ketat diharapkan bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 saat balapan MotoGP Mandalika.

“[Sistem bubble] itu supaya meningkatkan kepercayaan negara lain kepada Pemerintah Indonesia, bahwa Indonesia dalam kondisi Covid, dengan prokes yang ketat itu bisa menyelenggarakan acara besar,” ungkapnya.

Sebelumnya, CEO Dorna Sports, Carmen Ezpeleta tidak setuju dengan aturan karantina 14 hari bagi pembalap dan kru MotoGP Mandalika.

“Jika diminta harus menjalani karantina selama 14 hari, sudah pasti kami menjawab tidak. Itu batasan kami,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia boleh meminta syarat atau dokumen lain terkait Covid-19, selain karantina.

“Selebihnya mereka bisa meminta kami membawa sertifikasi vaksinasi atau dokumen seperti balapan MotoGP 2021,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia Tawarkan Upaya Konkret Penanganan Air Dalam WWF ke -10

Rangkaian pertemuan World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 di Nusa Dua, Bali menghasilkan diskusi yang konstruktif dalam rangka...
- Advertisement -

Baca berita yang ini