Sasar Pelajar, BIN Gencarkan Vaksinasi di Barito Selatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARITO SELATAN – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Tengah atau Binda Kalteng menggelar vaksinasi massal untuk pelajar dan masyarakat umum di Kabupaten Barito Selatan.

Menurut Kabinda Kalteng Brigjen TNI Sinyo, kegiatan vaksinasi ini sudah berjalan selam tiga hari terakhir ini. Kegiatan ini dipusatkan di tiga sekolah, yakni SMPN 1 Dusun Selatan, SMPN 2 Dusun Selatan dan SMKN 1 Dusun Selatan.

Pada vaksinasi pertama yang dipusatkan di SMPN 1 Dusun Selatan, Selasa 16 November 2021, sebanyak 626 peserta didik dari jenjang SMP hingga SMA yang berhasil divaksin. Kemudian pada 17 November 2021, pada vaksinasi yang dipusatkan di SMPN 2 Dusun Selatan, sebanyak 448 pelajar dari beberapa sekolah yang divaksin.

“Untuk hari ini, kegiatan vaksinasi kita pusatkan di SMKN 1 Dusun Selatan, sebanyak 563 pelajar yang divaksin. Jadi, dalam tiga kali vaksinasi massal di Buntok ini, total ada 1.637 pelajar yang kita vaksin untuk dosis kedua dari jenis Pfizer,” kata Sinyo, Kamis 18 November 2021.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi massal ini juga dilaksanakan Binda Kalteng di beberapa kabupaten dan kota lainnya dengan sasaran utama para pelajar, serta masyarakat umum.

“Untuk bulan November ini kami menargetkan 13.000 orang bisa divaksin. Hal ini sesuai arahan Presiden dan Kepala BIN serta upaya kita mendukung pemerintah daerah, agar kita mencapai target 70 persen masyarakat bisa mendapat vaksin Covid-19,” ujarnya.

Dalam kegiatan vaksinasi, tidak hanya dilaksanakan secara massal terpusat pada satu lokasi, tetapi di beberapa daerah juga dilakukan dengan cara jemput bola atau door to door. Sistem door to door ini dilakukan terutama untuk sasaran masyarakat lanjut usia dan jauh dari lokasi pusat pelayanan vaksinasi.

Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Meski kasus konfirmasi baru telah menurun, bukan berarti kita boleh mengendorkan protokol kesehatan. Itu (prokes) tetap harus diterapkan secara ketat oleh semua pihak tanpa terkecuali,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Targeting Nutrition: Peran MBG 3B dalam Menurunkan Stunting

Oleh : Ricky Rinaldi Stunting masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan kesehatanmasyarakat di Indonesia. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisikanak yang mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi juga berdampak padaperkembangan kognitif, kemampuan belajar, hingga produktivitas pada masa dewasa. Karena itu, penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang tidakhanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. Dalam kontekstersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan 3B menjadibagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat intervensi gizi sejak dini.Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam jangkapanjang, terutama pada masa awal kehidupan anak. Faktor penyebabnya tidakhanya berkaitan dengan akses terhadap makanan, tetapi juga kualitas polakonsumsi, kondisi sanitasi, serta tingkat edukasi keluarga mengenai pentingnyanutrisi. Oleh karena itu, upaya penurunan stunting membutuhkan kebijakan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunansumber daya manusia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama gizi anak. Peningkatan kualitas generasi muda tidak dapat dipisahkan dariupaya memastikan bahwa anak-anak tumbuh sehat sejak usia dini. Program MBG menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan negara hadir memberikandukungan nyata terhadap kebutuhan gizi masyarakat.Konsep MBG 3B mengacu pada pendekatan yang menitikberatkan pada makananbergizi yang baik, berimbang, dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanyamemastikan kecukupan asupan nutrisi, tetapi juga memperhatikan kualitas bahanpangan dan kesinambungan distribusi. Dengan demikian, program tidak hanyamemberikan dampak jangka pendek, tetapi juga mendukung perubahan polakonsumsi yang lebih sehat.Pendekatan baik dalam MBG 3B menekankan pentingnya kualitas makanan yang diberikan. Nutrisi yang dikonsumsi anak harus memenuhi kebutuhan dasarpertumbuhan, termasuk protein, vitamin, mineral, dan zat gizi mikro lainnya. Pemenuhan nutrisi yang tepat akan membantu memperbaiki kondisi kesehatan anakserta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.Sementara itu, unsur berimbang menggarisbawahi pentingnya komposisi makananyang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Asupan gizi yang hanya berfokus pada satujenis makanan tidak cukup untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Anakmemerlukan kombinasi sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur danbuah agar perkembangan fisik dan mental dapat berjalan secara maksimal.Unsur berkelanjutan dalam MBG 3B menjadi faktor penting yang membedakanprogram ini dari pendekatan bantuan sesaat. Program dirancang agar dapatberlangsung secara konsisten dan terintegrasi dengan sistem pangan lokal. Dengankeberlanjutan, manfaat program tidak berhenti pada satu periode, tetapi dapat terusmendukung upaya penurunan stunting dalam jangka panjang.Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menekankan bahwa intervensi giziharus dilakukan secara tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat. Program MBG tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga padapembentukan pola konsumsi sehat. Dengan pendekatan berbasis data, intervensidapat diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan sehingga dampaknyalebih efektif.MBG...
- Advertisement -

Baca berita yang ini