Sasar 300 Orang, BIN Gelar Vaksinasi di Bireuen

Baca Juga

MATA INDONESIA, BIREUEN – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Aceh atau Binda Aceh menggelar vaksinasi massal di Bireuen. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat dan digelar di Desa Blang Keutumba, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Senin 22 November 2021.

Kaposda BIN Daerah Bireuen, Iqbal Sugiharto mengatakan bahwa dari target 300 orang, yang tervaksin sejumlah 170 warga. Mereka merupakan warga Desa Blang Keutumba dan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah antusias warga sangat tinggi untuk mengikuti vaksin. Sebelumnya, BIN juga sudah menggelar vaksinasi di sejumlah dayah dan sekolah di lingkungan Kabupaten Bireuen,” ujarnya.

Iqbal menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi terhadap masyarakat Bireuen merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd imunity). Vaksinasi bermaksud untuk mencapai 70% tingkat imunitas komunitas seperti targetnya presiden Republik Indonesia (RI).

“Kami dari BIN terus berupaya mengajak masyarakat Bireuen untuk mengikuti vaksinasi. Melihat antusias masyarakat sangat tinggi, kami berinisiatif menggelar vaksinasi ke perdesaan di Bireuen,” katanya.

Sementara, Keuchik Desa Blang Keutumba, M Yusuf Hasan mengaku, tidak ada pemaksaan kepada warga dalam mengikuti vaksinasi.

“Sementara yang belum berani divaksin, akan diberi pemahaman pentingnya vaksin demi menjaga kekebalan tubuh supaya terhindar dari Covid-19. Sehingga, bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis

Oleh: Rian Suryono )*Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi bangsa saat ini. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mengedepankan solusi konkret jauh lebih penting dibanding membangunnarasi krisis yang berpotensi memperlemah optimisme publik.Tantangan ekonomi nasional memang menjadi perhatian banyak pihak. Perlambatan ekonomi global, ketidakpastian pasar internasional, dan perubahan dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan terhadapberbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntutpemerintah untuk bekerja lebih keras sekaligus lebih cermat dalammenyusun kebijakan.Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menunjukkan sikap terbukaterhadap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Respons yang diberikan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup ruang dialog dan tetap menghargai masukan dari berbagai kelompok, termasukmahasiswa.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tuntutanyang disampaikan mahasiswa diterima sebagai masukan yang berhargabagi pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomimemiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga tidak dapatdiselesaikan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.Penjelasan Prasetyo menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi nasionalmemerlukan proses...
- Advertisement -

Baca berita yang ini