Sasar 17.500 Orang, BIN Gelar Vaksinasi Serentak di 3 Wilayah Jabar

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Barat atau Binda Jabar terus menggencarkan vaksinasi baik secara massal maupun door to door. Sejak 1-3 Desember 2021, Binda Jabar menggelar vaksinasi serentak di tiga wilayah Jabar yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menyasar 17.500 warga.

“Khusus Kabupaten Kuningan, digelar gebyar vaksinasi dengan target sasaran 10.000 orang yang dimulai pada 1 Desember 2021 lalu,” kata Kepala BIN Daerah Jabar, Brigjen TNI Deddy Agus Purwanto, dikutip Jumat, 3 Desember 2021.

Selain itu, Binda Jabar juga menggelar vaksinasi massal yang menyasar masyarakat Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Desa Kertaraharja, Desa Sukamaju, dan Desa Bojongkembar.

“Dalam kegiatan ini, 2.000 warga mendapat suntikan vaksin Pfizer dan Sinovac,” ujarnya.

Vaksinasi massal juga digelar di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang dengan menyasar 3.000 warga. Lalu ada vaksinasi massal di lapangan futsal RT 003/002 Desa Parigimulya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang dengan sasaran 1.000 warga.

Kemudian, vaksinasi massal juga digelar di Desa Manyingsal dan aula Kantor Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang. Di lokasi tersebut, 1.000 warga bakal mendapatkan suntikan vaksin Sinovac serta di Balai Desa Sukahurip, Jalan Ciperis Km 05, Desa Sukahurip Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang dengan target sasaran 500 warga.

“Spot-spot ini kita pilih karena persentasi vaksinnya belum mencapai 70 persen, apalagi wilayahnya di pelosok dan jauh dari pusat pemerintahan, sehingga kami masuk di tiga titik tersebut,” katanya.

Menurut Deddy, pihaknya sengaja menyasar wilayah pelosok dan jauh dari pusat pemerintahan guna membantu warga yang belum tervaksinasi, agar herd immunity atau kekebalan kelompok di wilayah tersebut segera tercapai.

Selain vaksinasi massal, Binda Jabar juga mengadakan vaksinasi door to door atau mendatangi warga secara langsung. Langkah ini dilakukan untuk mencegah laju kematian akibat COVID-19. “Saat ini, kami menargetkan bagaimana menekan angka laju kematian, makanya kami masuk ke perumahan-perumahan padat penduduk,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini