Sanksi AS Terhadap Turki untuk Melemahkan Rusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo mengadakan dialog dengan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. Keduanya membahas mengenai sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Ankara.

Sebagaimana diketahui, Turki meningkatkan sistem pertahanannya dengan membeli rudal S-400 buatan Rusia. Menlu Pompeo menjelaskan kepada Menlu Cavusoglu bahwa pembelian rudal S-400 membahayakan keamanan personel AS dan teknologi militer.

Bukan hanya itu pembelian S-400 juga memungkinkan akses Rusia ke angkatan bersenjata dan industry Turki, melansir English al Arabiya, Jumat, 18 Desember 2020.

Pompeo menegaskan bahwa tujuan dari pemberian sanksi tersebut tak lain untuk mencegah Rusia menerima pendapatan, akses, dan pengaruh yang besar. Sanksi tersebut bukan semata-mata untuk merusak kemampuan militer Turki.

Sebagai catatan, rudal S-400 yang diluncurkan dapat menjangkau jarak 400 km dan satu unit S-400 dapat menembak jatuh 80 target pada saat bersamaan.

Rusia mengklaim S-400 sanggup menyasar berbagai target di angkasa mulai dari drone, pesawat yang terbang di beragam ketinggian, hingga rudal jarak jauh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini