Sangat Khawatir, Jokowi Minta Mensesneg Pastikan Kesehatan Buya Syafii Maarif

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Mendengar Buya Ahmad Syafii Maarif dirawat di rumah sakit, Presiden Jokowi segera merasa sangat khawatir dan langsung memerintahkan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno untuk menjenguknya. Sebelumnya, Jokowi juga memerintahkan tim dokter kepresidenan untuk ikut merawatnya di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta.

“Saya dengar Buya Ahmad Syafii Maarif sakit di Yogyakarta, tapi saya belum sempat membesuk. Alhamdulillah, tadi Pak Pratikno yang saya utus untuk memantau keadaan beliau menyampaikan keadaan Buya yang semakin membaik. Bangsa ini butuh keteladanan dan pencerahan Buya,” kata Jokowi dalam pesan tertulisnya, Sabtu 27 Juli 2019.

Sementara siaran pers Biro Pers Setpres RI mengungkapkan Pratikno tiba di rumah sakit tersebut pukul 10.30 WIB, langsung disambut Direktur Bidang Pelayanan dan Penunjang Medis, dr Adnan Abdullah.

Sejenak setelah itu Pak Pratik, begitu Mensesneg biasa dipanggil, langsung naik lantai tiga rumah sakit menuju bangsa perawatan lelaki, tempat Buya Safii dirawat.

Waktu yang dihabiskan mantan Rektor UGM tersebut bersama Buya Syafii cukup lama, sekitar satu jam.

Setelah itu mereka keluar ruang perawatan dan menghampiri para jurnalis yang telah menunggu keterangan kedua tokoh tersebut.

Buya Syafii pun menyatakan bahwa kondisi kesehatannya sudah membaik mengarah ke normal. “Tapi kata dokter PKU, saya termasuk yang tahan sakit,” kata Buya.

Pratik mengaku bersama koordinator staf khusus Presiden, Teten Masduki langsung dipanggil Presiden Jokowi yang khawatir dengan sakitnya Buya Syafii.

Menurut Pratik, penjelasan dokter Bebet yang merawat Syafii Maarif juga menyatakan kondisi kesehatan lelaki 83 tahun tersebut sangat bagus.

Maka, Mensesneg langsung menghubungi Presiden Jokowi agar membuatnya tidak gundah lagi dengan sakitnya Buya.

https://www.minews.id/innalillah-buya-syafii-masuk-rumah-sakit-karena-gangguan-saluran-kencing/

Berita Terbaru

KPU Sleman Gelar PSU pada 24 Februari 2024 di 11 TPS, PPS dan PPK Dipilih Ketat

Mata Indonesia, Sleman - KPU Sleman segera menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL) sesuai rekomendasi sebelumnya. Ada 11 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bumi Sembada yang akan menjadi lokasi PSU dan PSL.
- Advertisement -

Baca berita yang ini