Sandiaga Uno Cawapres Terkuat Jika Pilpres Dilakukan Hari Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jika pemilihan presiden (pilpres) dilakukan hari ini, nama Sandiaga Salahudin Uno menjadi calon wakil presiden terkuat.

Hal itu terungkap dari hasil survei Spektrum Politika Institute yang dilakukan pada 5 hingga 17 Juli 2021 dengan melibatkan 1.240 sampel di 34 provinsi.

Metode yang digunakan dalam survei ini ialah wawancara secara langsung dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sandi yang kini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki elektabilitas tertinggi di bursa calon wakil presiden karena dipilih 19,1 persen responden.

Sosoknya mengalahkan Anies Baswedan dengan angka 11,7 persen serta Gubernur Jawa Barat, Rdiwan Kamil yang dipilih 7,9 persen responden.

Namun, calon presiden terkuat jika pemilihan dilakukan hari ini adalah Ganjar Pranowo yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah dengan 21,9 persen pemilih.

Disusul Prabowo Subianto sebesar 20,6 persen dan terpaut jauh di tempat ketiga adalah Anies Baswedan dengan 13,8 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini