Saham Kasino Makau Melonjak Setelah Dibuka Kembali E-Visa Pelancong dan Tur Kelompok

Baca Juga

MATA INDONESIA,MACAU – Saham operator kasino di Makau melonjak hingga 13 persen pada Senin, 26 September 2022. Ini terjadi setelah pemimpin kota tersebut mengatakan Cina akan melanjutkan skema e-visa untuk pelancong dan mengizinkan tur secara berkelompok. Ini menjadi langkah awal di pusat perjudian terbesar di dunia.

Makau merupakan satu-satunya tempat di negara yang legal bagi warganya untuk berjudi di kasino.

Ia akan dibuka untuk kelompok wisata daratan pada November 2022 untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun terakhir.

Makau telah menerapkan pembatasan pandemi Covid-19 dengan kontrol perbatasan yang ketat sejak tahun 2020. Ini sangat berdampak besar bagi seluruh industri kasinonya.

Melansir dari Reuters, seorang analis di JP Morgan Hongkong, DS Kim mengatakan “Meskipun sulit untuk mengukur manfaat langsungnya, kami percaya dimulainya kembali e-visa dan tur kelompok akan mengurangi gesekan untuk perjalanan ke makau, serta memberi sinyal kepada banyak orang bahwa tidak apa-apa untuk berkunjung.”

Saham Sands Cina naik lebih dari 13 persen, Wynn Macau naik 7 persen, Galaxy Entertainment naik 10 persen, sementara saham SJM dan MGM Cina masing-masing melonjak 8 persen.

Sementara perbatasan Makau dan Cina telah dibuka selama dua tahun. Lalu lintas di daerah tersebut tetap lamban akibat kurangnya e-visa yang siap digunakan oleh penjudi Cina sebelum pandemi untuk melakukan pemesanan instan.

Saat ini turis Cina ke Makau perlu memesan terlebih dahulu janji temu visa diikuti proses persetujuan selama seminggu. Skema visa individu menyumbang sekitar 50 persen dari pengunjung Cina ke Makau pada tahun 2019. Sementara kelompok wisata menyumbang 25 persen dari kunjungan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini