Sah! Jadi Caleg DPR RI Partai Demokrat Dapil DIY, Dani Eko Selesaikan Proses Administrasi

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Pendaftaran calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pemilu 2024 telah dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak 1 Mei 2023. Pendaftaran itu akan berlangsung selama 14 hari hingga 14 Mei 2023.

Bagi partai politik yang hendak mendaftarkan anggotanya sebagai calon anggota legislatif (caleg) harus memenuhi sejumlah dokumen persyaratan yang telah ditentukan dalam Surat Pengumuman KPU Nomor 19/PL.01.4-PU/05/2023 tentang Pengajuan Bakal Calon Anggota DPR untuk Pemilu Serentak Tahun 2024. Surat itu ditandatangani langsung oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari pada 24 April 2023.

Sementara, Dani Eko Wiyono, yang beberapa waktu lalu diajak bergabung oleh Partai Demokrat telah menyelesaikan proses administrasi dengan menyerahkan berkas yang diperlukan ke kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta pada Minggu (7/5/2023).

Sebelumnya, dalam satu kesempatan, Dani sempat bertemu dengan Ketua Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Yogyakarta, tepatnya tanggal 3 Oktober 2022.

Saat itu, Dani sebenarnya enggan untuk kembali terjun di dunia politik melalui Partai politik.

Namun, dia melihat yakin akan ada peluang lebih besar baginya untuk memperjuangkan hak buruh yang selama ini dia bela.

Saat ditanya, bagaimana sikapnya saat ini akan berubah atau tidak, apabila terpilih, Dani menjawab,
“Kalau terpilih, saya akan pilih bela rakyat. Artinya, semua kebijakan yang tidak pro rakyat akan saya tolak,” ungkapnya.

Dani akhirnya mau masuk Partai Demokrat, karena konsisten dalam penolakan UU OMNIBUSLAW dan kebijakan lainnya yang pro rakyat.

“Kalau ada kebijakan yang tidak pro rakyat dan saya diminta tandatangani, saya lebih memilih berjuang bersama rakyat karena saya tidak akan nyaman dengan kebijakan yang mempermainkan rakyat” jelasnya.

Nama Dani sudah dikenal oleh banyak masyarakat Yogyakarta, selain Ketua KSBSI DIY Korwil DIY, dia juga Ketua DPW ANIES DIY.

Semasa hidupnya, Dani berjibaku untuk memperjuangkan hak buruh yang selama ini sering mengalami penindasan.

“Saya tidak akan berubah. Tetap akan berjuang untuk mereka, sekarang lewat jalur caleg ini,” paparnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini