Sah! Idul Adha Jatuh pada 11 Agustus 2019

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pemerintah, berdasarkan hasil Sidang Isbat yang dilaksanakan di kantor Kementerian Agama hari ini, Kamis 1 Agustus 2019 menetapkan bahwa 1 Dzulhijah 1440H bertepatan dengan Jumat 2 Agustus 2019. Artinya, Idul Adha yang dirayakan 10 Dzulhijah akan jatuh pada 11 Agustus mendatang.

“Posisi hilal ditetapkan berdasarkan hisab dua derajat empat menit sampai dengan tiga derajat 57 menit,” ujar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin selaku pimpinan Sidang Isbat.

Untuk lebih meyakinkan, dilakukan rukyat atau pengamatan hilal ketiga di 92 titik. Dari pengamatan tersebut, ada 10 titik yang hilal terlihat secara langsung.

“Itulah hasil Sidang Isbat malam ini untuk penetapan satu Zulhijah,” kata Amin.

Turut hadir dalam sidang isbat, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia, duta besar dari negara sahabat, anggota Komisi VIII DPR, serta pejabat dari Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Perwakilan dari Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar ilmu falak dari ormas-ormas Islam, pejabat Kementerian Agama, serta Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama juga akan menghadiri sidang isbat awal Zulhijah 1440 Hijriah.

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini