Sah! Gerindra Tolak Kursi Menteri

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Partai Gerindra tak menampik adanya tawaran posisi menteri di kabinet baru Jokowi nantinya. Bukan hanya menteri, tawaran untuk menjadi duta besar pun datang.

Namun, Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Muhammad Syafii berkata, pihaknya tidak mungkin menerima tawaran tersebut karena memilih sebagai oposisi.

“Rumor itu terus bergulir. Tapi kita memilih jadi oposisi, enggak mungkin kita terima tawaran itu,” kata Syafii di Jakarta, Senin 1 Juli 2019.

Meski mengambil jalan oposisi, Syafii menegaskan bahwa bukan berarti Gerindra memusuhi koalisi pemerintahan. Hanya saja, menurutnya, Gerindra ingin membangun sistem check and balance.

Ia menyebut, Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra pasti menginginkan demokrasi yang sehat, sehingga partainya lebih condong memilih jadi oposisi.

Ia menegaskan, sampai saat ini Gerindra belum menentukan posisi politiknya setelah kekalahan Prabowo dari petahana Jokowi. Prabowo disebutnya masih harus mendengar dulu pendapat para pakar.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini